Text
Strategi Belajar Mengajar
Dalam proses belajar, siswa belajar dari pengalamannya, mengkonstruksi pengetahuan, kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Dengan mengalami sendiri, menemukan sendiri, secara berkelompok seperti bermain, siswa menjadi senang sehingga tumbuhlah minat untuk belajar. Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang dipelajari dapat dipahami sehingga siswa dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. Disinilah terjafi suatu perubahan kelakuan.rnrnPerubahan kelakuan ini meliputi seluruh pribadi siswa; baik kognitif, psikomotor maupun apektif. Untuk meningkatkan minat, proses pembelajaran dapat dilakukan dalam bentuk kegiatanyang mengarahkan siswa untuk bekerja dan mengalami semua yang ada dilingkungan secara berkelompok. Oleh karena itu, berbagai inovasi dan strategi belajar mengajar terus dilakukan oleh para guru dan para ahli pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan dan konteks zaman.rnrnProses pembelajaran, atau PBM sebagai kerja sama guru-siswa, secara psikopedagogis mengutamakan otoaktivitas siswa (kemandirian,KBS) sebagai bekal kedewasaan diri mengembangkan kemampuan dan penguasaan bidang pengetahuan (bidang studi,mata pelajaran). Artinya, dalam PBM, peran guru lebih bersifat tut wuri handayani, berjalan bersama (bekerja sama,komunikasi, dialog dan hubungan akrab) guru-siswa mewujudkan dalam suasana pembelajaran didalam maupun diluar kelas. PBM dan kerja sama guru-siswa yang akan mencapai sasaran dan tujuan belajar apabila menggunakan cara, metode, pendekatan, dan strategi yang matang.rnrnPendekatan (strategi) perencanaan pendidikan terkait erat dengan struktur penduduk. Ada lima pendekatan perencanaan pendidikan, yaitu: (1). Pendekatan kebutuhan sosial (social demand approach): (2). Pendakatan ketenagakerjaan (manpower approach); (3). Pendekatan untung rugi (cost and benefit); (4). Pendekatan cost efectiveness.
Tidak tersedia versi lain