Manusia yang menderita adalah manusia yang hidup di pinggiran lingkaran eksistensi. Pusat eksistensi adalah Yang Bathin, Pinggiran eksistensi adalah yang Zhahir. Hanya dengan menggunakan rasionalitas (humanisme) kental yang diagung-agungkan kaum Barat, manusia tidak akan dapat menuju transformasi spiritual menuju pusat eksistensi- menjadi manusia yang utuh (al insanil kamil).
Seluruh drama kehidupan manusia—lahir, jabang bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua; masa sekolah, mencari kerja, berkeluarga, bermasyarakat; nonton bola, main musik, jalan-jalan, makan-makan, santai, ngobrol, olahraga, dan sebagainya dan seterusnya—akan berakhir di sini: neraka atau surga. Kalau seseorang sudah di neraka, apakah ia bakal tinggal di sana selamanya? Ataukah pada akhirnya, sem…
Buku ini dapat memberikan kontribusi pemikiran berupa analisis kritis terhadap wacana tentang ahl al-kitab dalam kitab shahih al- Bukhari dan hubungannya dengan membangun kerukunan umat beragama dalam konteks masyarakat yang pluralistis sekaligus dapat memberikan pemahaman baru tentang relasi islam dengan ahl al-kitab yang dipahami dan dipraktikkan masyarakat muslim.
Edisi Kesembilan Instructional Technology and Media for Learning: Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar menunjukkan bagaimana seluruh teknologi dan format media dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran kelas dengan menggunakan model ASSURE untuk perencanaan pelajaran. Ditulis dari sudut pandang seorang guru, buku teks ini akan menunjukkan secara spesifik dan realistik bagaimana tekno…