Text
Argumen Pluralisme Agama (Membangun Toleransi Berbasis Al Qur'an)
Perbedaan agama acap kali masih menjadi penghalang bagi terwujudkan kehidupan yang toleran, harmoni, jauh dari prasangka dan tindakan kekerasan. Realita ini semakin menguatkan pandangan bahwa agama merupakan sumber kebencian, perpecahan dan inspirasi bagi pelaku kekerasan, yang antara lain untuk melenyapkan mereka yang berbeda atau dianggap berbreda.rnrnDi sisi lain sejumlah agamawan, tokoh LSM, dan sebagian masyarakat kita memercayai bahwa agama seyogyanya membuat penganutnya terhindar dari hal-hal negative seperti tersebut di atas. Kelompok ini yakin betul bahwa setiap agama, termasuk Islam membawa misi perdamaian, toleransi dan perlindungan bagi umat agama lain yang berbeda. Lantas bagaimana sebetulnya teks agama (Islam) dalam hal ini al-Qur’an bicara soal itu? Melalui buku inilah Moqsith nampaknya hendak menjawab semua pertanyaan tersebut.rnrnToleransi (al-tasamuh) merupakan salah satu ajaran inti yang sejajar dengan ajaran lain, seperti kasih (rahmat), kebijaksanaan (hikmat), kemaslahatan universal (maslahat ‘ammat), keadilan (‘adl). Beberapa ajaran inti Islam tersebut menurut Moqsith, merupakan sesuatu yang – meminjam istilah ushul fikih – qath’iyyat, yakni tak bias dibatalkan dengan nalar apa pun, dan kulliyyat, yaitu bersifat universal, melintasi ruang dan waktu (shalih li kulli zaman wa makan). Singkatnya, prinsip-prinsip ajaran inti Islam itu bersifat trans-historis, trans-ideologis, bahkan trans-keyakinan-agama.
Tidak tersedia versi lain