Text
Pemikiran Liberal Di Dunia Arab
Memasuki pertengahan abad ke-18, Dunia Arab mulai dikejutkan pada sebuah getaran peradaban yang begitu berbeda. Kedatangan Bangsa Eropa dengan alam sekulernya, -yang memisahkan antara lembaga sosial-politik dengan keagamaan- telah melahirkan berbagai respons dari para pemikir di Dunia Arab, yang saat itu terkungkung dalam pemahaman Islam Ortodoks. Sejatinya, memang setiap hal yang baru ditakdirkan melahirkan respons pada tiga hal. Pertama, Menolak. Mereka yang melakukan hal ini percaya, bahwa barat hanya akan menularkan keburukan bagi peradaban Arab. Jika ada kebaikan yang muncul, kelak lambat laun kebaikan itu akan berubah menjadi keburukan juga. Selain itu, mereka yang menolak, juga takut, bahwa dengan adanya pengaruh barat, peran mereka yang sudah mapan dimasyarakat akan terpinggirkan. Kedua, Menerima. Penerimaan dilakukan hanya oleh percaya, bahwa untuk mengangkat derajat Bangsa Arab dibutuhkan sebuah hal yang baru, yang pada saat itu solusinya adalah peradaban barat. Ketiga, Menolak sambil Menerima. Artinya ada beberapa hal dari peradaban barat yang mereka tolak, tetapi mereka pun menerima bagian lainnya.
Tidak tersedia versi lain