Text
Covering Islam (Bagaimana Media dan Pakar Menentukan Cara Pandang Kita Terhadap Dunia)
Semenjak krisis penyanderaan di Iran hingga Perang Teluk dan pemboman gedung WTC, Amerika terus dihantui oleh momok bernama “Islam”. Sebagaimana digambarkan oleh banyak media, juga pakar-pakar pemerintah, akademis dan berbagai jaringan yang terkait, “Islam” adalah sinonim dari terorisme dan histeria keagamaan. Pada saat bersamaan, negara-negara Islam sendiri menggunakan “Islam” sebagai justifikasi atas rezim-rezim mereka yang tidak representatif dann, bahkan, represif.rnrnKomentar miring dari intelektual Barat terhadap gerakan Islam yang disebutnya sebagai fundamentalis secara empirik disebabkan oleh berbagai aksi kekerasan yang dilancarkan umat Islam, terutama di Timur Tengah; Iran, Sudan, Irak, Lebanon, Somalia, Afghanistan, Libya, dan lain sebagainya. Edward W. Said telah mencatat insiden kekacauan yang dilakukan umat Islam. Yakni, (1) sejak 1983 di Lebanon, sekitar 240 marinir Amerika Serikat gugur dalam sebuah ledakan bom yang diduga dilakukan kelompok Islam radikal dan aksi peledakan bom bunuh diri oleh seorang Muslim di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut. (2) Tahun 1980-an, sejumlah warga negara Amerika disandera oleh kelompok Syi’ah di Lebanon dan ditawan dalam jangka waktu yang lama. (3) Pembajakan penerbangan TWA di Beirut 14-30 Juni 1985 dan beberapa kekejaman bom di Prancis yang kira-kira terjadi bersamaan. (4) Peledakan penerbangan Pan Am nomor 109 di atas Lockerbie, Skotlandia (1988). (5) Aksi pemboman World Trade Center (WTC) tahun 1993, yang diyakini dilakukan oleh Syekh Omar Abdul Rahman. (6) Fatwa Imam Khomeini terhadap Salman Rushdi (14 Pebruari 1989) dan iming-iming hadiah Miliaran dolar bagi pembunuhnya. (6) Juga aksi bom bunuh diri warga Palestina terhadap pemukiman Yahudi-Israel
Tidak tersedia versi lain