Text
Tahafut Al Falasifah (Keracunan Para Filosof Kitab Filsafat Klasik Paling Kontroversial)
Setelah melihat nadi kebodohan berdenyut dalam diri orang-orang bodoh itu, saya merasa penting untuk menulis buku ini sebagai sanggahan atas para filsuf terdahulu serta eksplorasi atas kerancuan dalam keyakinan berikut inkonsistensi berbagai teori mereka dalam persoalan yang terkait dengan metafisika.rnrnBuku ini juga akan menyingkap relung-relung terdalam dari elemen pemikiran mereka yang dapat mewujudkan suka cita kaum intelektual dan memberikan pelajaran pada para cendikiawan. Yang saya maksud di sini adalah persoalan-persoalan akidah dan pendapat-pendapat yang menjadi medan perdebatan dengan kelompok mayoritas umat al-GhazzlrnrnInilah Tahafut al-Falasifah karya paling monumental sang Hujjah al-Islm Imm al-Ghazzl, yang telah menetapkan panggung penyerangan paling sukses terhadap legitimasi dan bahasa pertanyaan logosenterik tentang wujd (being).rnrnSampai Ibnu Rusyd (520/1126-595/1198) menulis pembelaan paling brilian terhadap filsafat dalam Tahfut at-Tahfut, cengkeraman kutukan Al-Ghazzl terhadap filsafat melalui karya ini sangat menggurita.rnrnAkan tetapi, justru berbarengan dengan itu, karya ini telah menjadikan diskursus filsafat di dunia Islam saat itu, bahkan hingga kini, menjadi sehat dan penuh gairah.rnrnDiskursus filsafat Islam khususnya, serta diskursus filsafat di dunia Islam pada umumnya, tidak mungkin melepaskan rujukannya pada salah satu dari dua karya klasik yang telah menjadi cikal bakal perkembangnnya: Hikmah al-Israq karya As-Suhrawardi al-Maqtul, serta karya yang sekarang ada di tangan Anda, Tahfut al-Falasifah karya Imm al-Ghazzl.
Tidak tersedia versi lain