PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM AT-TAQWA

JL. HOS COKRAMINOTO KADEMANGAN BONDOWOSO

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam
Penanda Bagikan

Text

Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam

MANSUR - Nama Orang;

Anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang unik. Anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan (koordinasi motorik halus dan kasar), daya pikir, daya cipta, bahasa dan komunikasi, yang tercakup dalam kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ) atau kecerdasan agama atau religius (RQ), sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini perlu diarahkan pada peletakan dasar-dasar yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia seutuhnya. Hal itu meliputi pertumbuhan dan perkembangan fisik, daya pikir, daya cipta, sosial emosional, bahasa dan komunikasi yang seimbang sebagai dasar pembentukan pribadi yang utuh, agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Sedangkan makna pendidikan tidaklah semata-mata dapat menyekolahkan anak di sekolah untuk menimba ilmu pengetahuan, namun lebih luas dari itu. Anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika memperoleh pendidikan yang paripurna (komprehensif) agar kelak menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bangsa, negara dan agama. Anak seperti itu adalah dalam kategori sehat dalam arti luas, yakni sehat fisik, mental emosioanal, mental intelektual, mental sosial, dan mental spiritual. Pendidikan hendaklah dilakukan sejak dini yang dapat dilakukan di dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam pendidikan haruslah meliputi tiga aspek, yakni aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. (hlm 83) Menurut John Dewey, pendidikan diartikan sebagai social continuity of life. Adapun menurut Langeveld, pendidikan merupakan upaya manusia dewasa membimbing kepada yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaan. Menurut Plato, pendidikan sebagai the process of instruction and training. Adapun menurut Kant, pendidikan bermakna care, dicipline and instruction, the first element of the definition needs no exlanation, dicipline is the eradication of wildness, instruction is the cultivation of the volitional and cognitive faculties. Menurut Ahmad D. Marimba, pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Dengan demikian pendidikan dalam arti luas adalah meliputi perbuatan atau usaha generasi tua untuk mengalihkan (melimpahkan) pengetahuannya, pengalamannya, kecakapan serta ketrampilannya kepada generasi muda, sebagai usaha untuk menyiapkan mereka agar dapat memenuhi fungsi hidupnya, baik jasmaniah maupun rohaniah. Anak usia dini adalah kelompok manusia yang berusia 0-6 tahun (di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional), adapun berdasarkan pada pakar pendidikan anak, yaitu kelompok manusia yang berusia 9-8 tahun. Anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik, dalam arti memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan (koordinasi motorik halus dan kasar), intelegensi (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual), sosial emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak. Perkembangan mental intelektual (taraf kecerdasan) dan mental emosioanal (taraf kesehatan jiwa) banyak ditentukan sejauhmana perkembangan susuanan saraf pusat (otak) dan kondisi fisik organ tubuh lainnya. Tumbuh kembang anak secara fisik sehat, memerlukan gizi makanan yang baik dan bermutu. Terlebih-lebih lagi bagi tumbuh kembang otak, bahan baku utama adalah gizi protein. Sedangkan tumbuh anak secara kejiwaan (mental intelektual dan mental emosioanal) yakni IQ dan EQ, amat dipengaruhi oleh sikap, cara kepribadian orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Dalam faktor sosial budaya penting bagi tumbuh kembang anak dalam proses pembentukan kepribadian kelak dikemudian hari. Perubanhan-perubahan sosial yang serba cepat sebagai


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
00492
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
ST 2X7.32 MAN p c.1
Penerbit
Yogjakarta : Pustaka Pelajar Offset., 2014
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9792458026
Klasifikasi
2X7.32
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. V
Subjek
00492
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM AT-TAQWA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?