Text
Pendidikan Islam Dalam Masyarakat Multikultural
sebagai makhluk berakal, yang diberi kebebasan memilih antara yang baik dan buruk, antara pahala dan dosa, antara yang benar dan salah. Manusia yang terdiri ruh, nafsu dan tubuh. Manusia sebagai pribadi sekaligus bagian dari masyarakat. Manusia yang terdiri dari jenis kelamin lelaki dan perempuan. Manusia yang terdiri dari berbagai suku dan ras. Manusia yang memiliki warna kulit, bentuk hidung, warna biji mata dan rambut yang berbeda. Manusia yang tumbuh dalam budaya tertentu yang berbeda dengan yang lain. Manusia yang berbahasa, berkesenian dan berpengetahuan yang beragam. Manusia yang berkepercayaan dan beragama yang berbeda, bahkan ada juga yang tidak beragama. Manusia yang memengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh lingkungannya. Dengan demikian, masalah pendidikan tidak sederhana. Menangani masalah masalah pendidikan bukan semudah mengedipkan mata. Berbagai masalah saling berkait, berjalin berkelindan laksana sarang laba laba. Kadang kadang ketika berhadapan dengan aneka masalah itu, orang bisa saja jatuh putus asa karena sudah seperti benang kusut yang tak jelas ujung dan pangkalnya. Tetapi di sisi lain, wajah cerah dan senyum merekah pun tak jarang bersua, ketika masalah masalah itu sebagian dapat diatasi dan hasilnya sesuai harapan. Ada kegagalan, ada keberhasilan. Ada keberhasilan yang disusul kegagalan, ada pula sebaliknya. Ibarat siang dan malam yang datang silih berganti terus menerus. Pendidikan adalah seluruh perjalanan hidup manusia dan pergumulannya sepanjang hayat. Bagi kaum beriman, pendidikan tak boleh lepas dari tuntunan agama tentang hakikat manusia dan makna hidupnya itu. Pendidikan adalah pembinaan diri manusia untuk memaksimalkan semua potensi kebaikan yang dimilikinya. Pendidikan adalah cara, jalan atau metode yang ditempuh agar manusia mencapai kebahagiaan sejati. Bagi kaum Muslim, kebahagiaan sejati adalah sejahtera lahir dan batin, pribadi dan masyarakat, dunia dan akhirat. Kebahagiaan menyeluruh semacam itu tentu sangat berat untuk bisa diwujudkan, tetapi api kerinduan manusia untuk menggapainya tak pernah padam. Manusia adalah makhluk yang bebas tetapi terbatas.
Tidak tersedia versi lain