Text
Dekonstruksi Syariah
Dekonstruksi Syari'ah?. Itu hanya istilah spontan yang mungkin pas untuk mengantarkan pada kreativitas Abdullahi Ahmed an-Na'im, yang bereksperimen melampaui Absolutisme (Fundamentalisme) dan sekularisme umat Islam, dalam menjawab tantangan discourse kontemporer: keadilan, demokrasi, kebebasan manusia sebagai individu dan kewajibannya terhadap lingkungannya. Tampak jelas, jawaban yang diberikan umat Islam itu belum memadai, untuk tidak mengatakan mengecewakan. Jawaban fundamentalistik diajukan sebagai upaya menegaskan bahwa Islam memang sempurna dan telah memberi jawaban lengkap atas setiap masalah. Sementara jawaban sekularisme seakan-akan ingin melarikan diri dari kenyataan, seolah-olah agama hanyalah urusan ritus belaka. Sedangkan masalah sosial harus dicarikan jawaban dari luar agama. Apakah ada jalan lain dari fundamentalisme dan sekularisme? Jawabnya, ada. Lalu bagaimana formulasinya?rnrnPertama-tama haruslah ditangguhkan" terlebih dulu sifat hubungan yang seolah-olah transenden
Tidak tersedia versi lain