Text
Ayat Pedang Versus Ayat Damai
Buku ini berfokus pada justifikasi kekerasan atas nama kitab suci Al-Qur'an. Penulis mengkaji bagaimana teks agama sering kali dijadikan alat legitimasi aksi radikalisme (seperti kasus pengeboman di Indonesia). Pembenaran kekerasan tersebut umumnya bersumber dari penafsiran ekstrem terhadap teori naskh (penganuliran hukum).Dalam pandangan ekstrem klasik, keberlakuan ratusan "Ayat Damai" (yang berisi seruan untuk bersabar, memaafkan, bertoleransi, dan rekonsiliasi) dianggap telah dihapus mutlak (dinaskh) hanya oleh satu atau beberapa ayat yang disebut sebagai "Ayat Pedang" (khususnya QS. At-Taubah ayat 5).
Tidak tersedia versi lain