PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM AT-TAQWA

JL. HOS COKRAMINOTO KADEMANGAN BONDOWOSO

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of WUJUDDIYAH DI NUSANTARA KONTINUITAS DAN PERUBAHAN
Penanda Bagikan

Text

WUJUDDIYAH DI NUSANTARA KONTINUITAS DAN PERUBAHAN

ARIFIN, Miftah - Nama Orang;

Perkembangan doktrin tasawuf dalam Islam dimulai dari gerakan-gerakan zuhd (asceticism) semenjak awal abad abad I Hijriyah, dan menjadi landasan asketisisme Islam yang berkembang dengan pesat selama abad I dan II Hijriyah. Pada perkembangannya, terutama mulai abad III H ., tasawuf yang bersifat zuhud itu semakin menemukan bentuk doktrin tasawuf yang menjadikan sufisme Islam menjadi semakin sempurna dan berkembang menjadi sebuah ilmu tasawuf.

Namun demikian, dua kubu tasawuf muncul dan berkembang semakin besar dengan memunculkan tokohnya masing-masing dengan kukuh mempertahankan tradisi intelektualnya masing-masing. Yang terjadi kemudian adalah timbulnya konflik antara kedua pihak hingga muncul istilah golongan sesat dan golongan ortodoks. Pertentangan dan konflik tersebut, bukan hanya terjadi di kawasan Timur Tengah saja, melainkan menyebar di berbagai dunia Islam, termasuk di nusantara.

Maka, membincang tasawuf nusantara, sesungguhnya kita dihadapkan kepada bukti-bukti bahwa di masa awal doktrin wahdatul wujud ibnu Arabi begitu kuat mengakar dan menyebar ke berbagai belahan nusantara yang mengakibatkan berbagai polemik dan kontroversi muncul di beberapa wilayah nusantara, seperti kasus Syekh Siti Jenar di Jawa, Syamsudin Sumatrani dan Nurudin al-Raniri di Aceh ataupun Abu Hamid di Kalimantan atau mbah Mutamakin di keraton Mataram.

Polemik tersebut pada giliranya memunculkan ulama-ulama generasi berikutnya yang tidak ingin konflik tersebut menjadi berlarut-larut. Ulama-ulama nusantara ini memiliki kepedulian terhadap harmonisasi syari’at dan tasawuf (dengan mengikuti al-Ghazali) yang muncul pada abad ke -17 dan sesudahnya berusaha keras untuk melakukan ortodoksi dan rekonsiliasi antara tasawuf yang dipandang menyimpang (heterodoks) dengan syari’at.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
23399
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
ST 2X5.209 ARI w c.1
Penerbit
Yogyakarta : stain jember press., 2015
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
9.79E+12
Klasifikasi
2X5.209
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
PROF.DR. MIFTAH ARIFIN, M.Ag
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM AT-TAQWA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?