Text
Umar Bin Khattab : Sebuah telaah Mendalam Tentang Pertubuhan Islam dan Kedaulatannya Masa itu
Di antara para sahabat Nabi, jelas Umar yang paling banyak dibicarakan, dikutip dan dibahas orang. Mengapa begitu? Dalam buku ini, tampak jelas kehidupan tokoh yang luar biasa ini sejak kelahirannya, masa jahiliahnya yang garang, masuk Islam serta peranannya di samping Nabi dan sahabat-sahabatnya, mendampingi Abu Bakr, menjadi Amirulmukminin, hingga akhir hayatnya, dengan bahasa terjemahan yang enak dibaca dan jelas. Rasanya tak akan berhenti kita membacanya sebelum tamat.rnAnalisisnya tentang kehidupan agama, sosial, politik dan administrasi negara dirintis oleh Umar dengan peranannya yang begitu menonjol dalam bergelut dengan semua itu. Masuknya Islam ke Irak, ke Syam, ke Persia dan ke Mesir merupakan sejarah Islam tersendiri. Keyakinan apa saja yang dianut mereka sebelum kedatangan Islam ke sana dan bagaimana sikap dan sambutan mereka terhadap agama baru ini? Bagaimana kebijakan Umar dalam hal ini? Mengapa begitu? Jawaban yang diberikan pengarang untuk semua itu serta logika uang mendasarinya memberi wawasan tersendiri yang sangat berharga buat direnungkan, terutama dalam kehidupan kita masa sekarang. Akan kta lihat juga ijtihad Umar mengenai hukum fikih yang berlaku pada zamannya, di samping peristiwa-peristiwa hukum baru yang timbul setelah Rasullah wafat. Ijtihadnya tentang hadis Nabi itu sendiri, tentang minum keras, tentang hukum talak, tentang mualaf dan sebagainya. Fikih banyak berutang budi kepada Umar, kata para ahli. Mengapa Khalifah yang agung ini menjadi pembicaraan ornrang sebagai tokoh sejarah, di Timur dan di Barat, dan dijadikan teladan?rnKalau kita ingin membaca biografi atau sejarah dengan penelitian dan analisis yang mendalam, tetapi seperti membaca sebuah novel, mengasyikkan, maka yang demkian itu akan kita dapati dalam buku ini.rnBuku-buku biografi yang ditulis Haekal, termasuk buku ini, sering menimbulkan inspirasi. Begitu juga dalam ia membuat studi, meneliti lalu memberi ulasan. Tidak begitu saja ia menerima apa yang biasa ditulis orang. Ia membuat kesimpulan, setelah mengahadapi masalah-masalah yang dipandang rumit...
Tidak tersedia versi lain