Text
Djember Tempo Doeloe
Peninggalan-peninggalan purbakala yang ribuan jumlahnya
terserak di mana-mana di wilayah Jember. Di sini juga terdapat ratusan
kisah-kisah kearifan lokal, pondok-pondok pesantren, perkebunan-
perkebunan terutama tembakau. Jember juga sebuah wilayah yang
multietnis, sehingga melahirkan apa yang disebut dengan budaya
Pandalungan. Jember memang sarat dengan perjalanan sejarah. Namun
pernak-pernik yang mewarnai sejarah Jember itu tidak semuanya bisa
tertulis di buku ini. Akan tetapi setidaknya penulisan buku sudah
merupakan upaya untuk mendokumentasikan tentang sejarah Jember.
Walaupun demikian, sebagai penulisnya, Sdr. Dukut Imam
Widodo mengatakan bahwa buku Djember Tempo Doeloe ini
bukan buku pelajaran sejarah. Akan tetapi buku hiburan yang
mencerdaskan. Ditulis dengan bahasa yang sederhana, namun penuh
makna. Walaupun demikian data-data sejarah yang ia gunakan bisa
dipertanggung jawabkan kebenarannya. Di dalamnya buku ini juga
dihiasi dengan foto-foto jaman dulu.
Di sinilah buku Djember Tempo Doeloe ini terasa penting. Dia bisa
menjadi jembatan yang akan menyambung kembali masa lalu yang
terputus. Tentu satu buku karya Dukut ini saja tidak cukup. Karena
putusnya hubungan itu sudah sangat lebar. Mungkin diperlukan banyak
jembatan lain yang secara bersama-sama kelak bisa menghubungkan
kembali dengan baik masa lalu dan masa kini Jember.
Semoga buku ini dapat menambah pengetahuan tentang kebesaran
Kabupaten Jember di masa lalu dan dapat mengilhami generasi muda
Jember untuk membangun Jember ke depan menjadi lebih baik.
Tidak tersedia versi lain