PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM AT-TAQWA

JL. HOS COKRAMINOTO KADEMANGAN BONDOWOSO

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pribumisasi Islam : Ikhtiar Menggagas Fiqh Kontekstual
Penanda Bagikan

Text

Pribumisasi Islam : Ikhtiar Menggagas Fiqh Kontekstual

MUHTADI, Asep Saeful - Nama Orang;

Meminjam ungkapan seorang orientalis, Bernard Lewis, yang mengkritisi keberagamaan orang-orang Islam, saya ingin mengakui secara jujur bahwa ajaran Islam yang saya yakini dan diamalkan saat ini belum tentu sesuai dengan ajaran Islam yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad melalui malaikat jibril. Saya, dan mungkin juga para pemeluk Islam pada umumnya, memulai berislam lewat syahadat. Rumusan kalimat yang pernah di contohkan oleh Nabi ini memang merupakan pengakuan teologis sebagai simbol bahwa seseorang telah memeluk agama Islam.rnrnAkan tetapi ber-Islam tidak cukup hanya berikrar. Ikrar lisan itu masih harus diikuti oleh keyakinan hati dan amal nyata. Jadi beragama (Islam) itu adalah beramal nyata berdasarkan tuntutan ajaran yang diyakini dan dikatakan. Sebab Islam sendiri diakui sebagai agama kehidupan. Agama yang menyejarah dalam aliran kehidupan sesuai dengan kultur dan keyakinan. Ia kukuh memegang prinsip, tapi juga bersahabat dengan budaya manusia. Ia tegas memberikan batas-batas, tetapi juga lentur beradaptasi dengan kenyataan. Bahkan, sejak pertama kali diwahyukan, Islam telah mengisyaratkan para pemeluknya untuk selalu membaca tanda-tanda alam agar tidak pernah ketinggalan zaman. Wahyu pertama inipun selanjutnya diikuti oleh ungkapan ajaran-ajaran yang lainnya, yang mengilustrasikan manusia sebagai wujud makhluk ganda, yang senang dengan kehidupan di dunia. Tapi juga rindu akan keistimewaan surga.rnrnTapi persoalannya kemudian adalah, apakah beramal agama itu hanya beribadah sebatas ketentuan tekstual? apakah makna tekstual yang dipahami seseorang itu dijamin valid sesuai dengan apa yang dimaksudkan Tuhan? Dan apakah seseorang yang taat beragama masih memiliki peluang untuk meninggalkan ketentuan tekstual hanya karena tidak mampu menanggalkan pakaian etika lokal?


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
00338
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
ST 2X6.2 MUH p c.1
Penerbit
Bandung : CV Pustaka Setia., 2005
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9797306291
Klasifikasi
2X6.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
00338
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM AT-TAQWA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?